Apa yang Dibawa Pulang #StartupLokal dari Enterprise Ireland
Ditulis dari #StartupLokal Meetup v.12: 1st Anniversary: Digital Heroes Go Global

Dalam artikel ini
Pada Maret 2011 empat orang yang memulai #StartupLokal terbang ke Dublin karena sebuah lembaga negara Irlandia mengundang mereka datang dan melihat. Natali Ardianto, Aulia Halimatussadiah, Nuniek Tirta Sari, dan Sanny Gaddafi menghabiskan perjalanan itu di NDRC, The Digital Hub, dan Synergy Centre di ITT Dublin. Enterprise Ireland sudah mengikuti komunitas ini dari jauh, terkesan dengan perkembangannya, dan ingin memperkenalkan komunitas serupa di negara mereka, dengan harapan kedua ekosistem akhirnya bekerja sama.
Kompas memberitakan kunjungan itu pada 23 Maret 2011, mengutip apa yang ditulis Sanny sesudahnya di blog pribadinya.
Gabung #StartupLokal
Komunitas ini sudah bertemu di Jakarta sejak April 2010. Mendaftar gratis dan cuma butuh satu menit.
Lembaga negara yang mulai dari tahap startup
Enterprise Ireland dibentuk pada 1998 untuk menginkubasi perusahaan di dalam setiap universitas Irlandia. Lembaga ini memungut sebuah perusahaan selagi masih startup lalu menemaninya: modal lebih dulu, kemudian proses inovasinya, kemudian jalan masuk ke pasar di luar Irlandia.
Program yang paling dibicarakan sepulang perjalanan itu adalah High Potential Start Up, khusus untuk penduduk Irlandia. Perusahaan yang diterima mendapat modal usaha dan akses ke pasar global, dibimbing langsung oleh pemerintah tanpa pemerintah ikut campur dalam kegiatan operasionalnya. Enterprise Ireland kemudian mereview dua hal: sejauh mana inovasi perusahaan itu bisa dibawa, dan apakah perusahaan itu akan memberi lapangan pekerjaan kepada penduduk Irlandia. Targetnya sepuluh pekerja dalam tiga tahun dan penghasilan minimal satu juta euro pada rentang yang sama.
"Keadaan yang membuat saya sangat iri saat itu, bagaimana sebuah perusahaan negara mendukung perusahaan-perusahaan lokalnya walaupun masih dalam tahap startup, untuk maju dan berkembang turun tangan langsung tanpa banyak birokrasi macam-macam dan basa basi," tulis Sanny.
Tahu kapan meetup berikutnya
Meetup diumumkan di grup WhatsApp.
Mereka berteriak Export saat difoto
Sumber daya alam Irlandia tidak sebesar Indonesia, dan menurut Sanny itulah sebabnya negara itu mengajarkan ekspor kepada semua penduduknya. Semangat itu ditanamkan begitu dalam, tulisnya, "sampai-sampai kalo foto mereka berteriak Export!". Menurutnya panduan High Potential Start Up ini cocok kalau diadopsi pemerintah di Indonesia untuk merangsang startup lokal tumbuh besar.
Think global, act local
Beberapa minggu kemudian komunitas ini berulang tahun yang pertama. Meetup v.12 berlangsung sepanjang Sabtu 9 April 2011, dari pukul sembilan pagi sampai pukul empat sore, di fX Plaza, Jalan Jenderal Sudirman. Para inisiator memakai hari itu untuk menceritakan hasil perjalanan ke Irlandia sekaligus meluncurkan buku dengan judul yang sama dengan acaranya, Digital Heroes Go Global. Kompas, Bisnis Indonesia, DailySocial, dan Yahoo News termasuk media yang meliputnya.
Enterprise Ireland mengirim orangnya. Patrick O'Riordan berbicara di sana, dan dua hari kemudian Kompas menurunkan isi bicaranya dengan judul "Think Global, Act Local" Masih Berlaku.
Nasihatnya soal ke mana sebuah perusahaan muda harus mengarah. "Anda harus menganalisis sektor pasar Anda secara global. Misalnya, Anda bermain di game atau animasi, Anda harus mengetahui perkembangannya secara global," katanya. "Sekali anda mendapatkannya, anda bisa mengaplikasikan di tingkat lokal, di Indonesia. Jadi anda sebenarnya harus think global, act local."
Act local, katanya, karena pasar domestik Indonesia fantastis. Negaranya sendiri hanya berpenduduk 4,5 juta jiwa, dan itulah sebabnya startup Irlandia didorong membuat inovasi yang memenuhi kebutuhan global sekaligus menyasar pasar global. Ia melangkah lebih jauh dari sekadar nasihat: katanya bukan tidak mungkin Enterprise Ireland turut berperan menggarap startup lokal Indonesia yang potensial untuk pasar di sini.
Yang dibawa pulang
Perjalanan itu pulang menjadi sebuah inkubator. Project Eden, yang pertama di Indonesia, diinisiasi oleh Bernhard Soebiakto, Aulia Halimatussadiah, Natali Ardianto, Calvin Kizana, Kevin Mintaraga, Megain Widjaja, Andi Sadha, dan Nuniek Tirta Sari. Marissa Mayer membawa tim Google untuk melihatnya.
Sumber
- Kompas, 23 Maret 2011, Melongok Pengembangan Startup di Irlandia
- Kompas, 9 April 2011, Setahun #StartupLokal Menjadi Katalis
- Kompas, 11 April 2011, "Think Global, Act Local" Masih Berlaku



