#StartupLokal

Cara Menetapkan OKR yang Efektif untuk Startup: Panduan Praktis dari Ahli Kerja Jarak Jauh

17 Maret 2021

Ditulis dari #StartupLokal Meetup v.111 — How to Set Effective OKRs for Startups

Cara Menetapkan OKR yang Efektif untuk Startup: Panduan Praktis dari Ahli Kerja Jarak Jauh

Pendiri startup sering kesulitan menyelaraskan tim di sekitar tujuan yang bermakna. Lavinia Iosub, Managing Partner di Livit International, menjelaskan bagaimana Objective and Key Results (OKR) menyelesaikan masalah ini dengan mengubah visi menjadi ambisi bersama yang terukur—tanpa berubah jadi daftar tugas harian.

Apa Itu OKR dan Mengapa Penting?

OKR adalah singkatan dari Objective dan Key Results—kerangka penentuan tujuan yang awalnya dikembangkan di Intel, kini digunakan oleh Google, Spotify, dan Airbnb. Intinya, OKR tentang menciptakan keselarasan dan keterlibatan tim terhadap tujuan yang bisa diukur.

"Tidak ada yang lebih buruk daripada perusahaan di mana semua orang bekerja keras, tapi arahnya beda-beda."

Kerangka ini memastikan setiap anggota tim paham prioritas perusahaan dan bagaimana kontribusi mereka mendukungnya. Ini bukan soal melacak tugas—tapi mendorong inovasi dan pertumbuhan.

Cara Membuat OKR: Formula 'Saya Akan Sebagai Ukuran Dengan'

OKR yang kuat mengikuti pola sederhana: Saya akan [tujuan] sebagai ukuran dengan [hasil kunci].

  • Tujuan (O): Pernyataan singkat, menginspirasi, bersifat kualitatif. Harus mudah diingat, memotivasi, dan mencerminkan budaya tim.

    • Contoh: "Bikin pelanggan senang" (bukan "Tingkatkan kepuasan pelanggan 20%")
    • Uji coba: Jika harus berhenti sejenak untuk bernapas saat membacanya, artinya terlalu panjang.
  • Hasil Kunci (KR): 2 hingga 5 hasil spesifik dan terukur yang membuktikan kemajuan menuju tujuan.

    • Contoh: "Turunkan churn pelanggan dari 25% ke 15%" atau "Naikkan NPS dari 40% ke 70%"
    • Hindari tindakan samar seperti "lakukan lebih banyak iklan"—fokus pada hasil seperti "tingkatkan traffic organik dari 5.000 ke 10.000 kunjungan per bulan."

OKR vs KPI: Satu Seperti Dashboard, Satu Seperti Sistem Navigasi

Banyak pendiri bingung antara OKR dan KPI (Key Performance Indicators). Mereka bukan hal yang sama:

OKRKPI
Berorientasi pertumbuhanBerorientasi kinerja
Ambisius, menginspirasiRealistis, berdasar performa sebelumnya
Kualitatif + terukurMurni kuantitatif
Memotivasi inovasiMengukur output harian
Digunakan untuk arahan strategisDigunakan untuk evaluasi kinerja

"KPI seperti dashboard mobil—menunjukkan bahan bakar, oli, status mesin. OKR seperti sistem navigasi—menunjukkan arah saat dashboard memberi peringatan ada yang salah."

KPI melacak kesehatan harian. OKR mendorong perubahan. Anda bisa—dan sebaiknya—menggunakan keduanya bersamaan. Misalnya, jika tingkat konversi (KPI) rendah, gunakan OKR untuk inovasi: "Naikkan tingkat konversi 50% di kuartal II lewat alur onboarding baru."

Aturan 60–70%: Kenapa 100% Sukses Justru Tanda Bahaya

Kesalahan umum adalah menargetkan 100% penyelesaian. Dalam metodologi OKR, itu justru tanda merah.

"Rata-rata penyelesaian 100% biasanya berarti Anda tidak cukup ambisius."

Tingkat keberhasilan ideal adalah 60–70%. Artinya:

  • Anda menetapkan tujuan jangkauan jauh.
  • Anda mendorong tim berinovasi.
  • Anda belajar dari apa yang gagal.

Jika Anda mencapai 100%, kemungkinan besar Anda belum menantang diri cukup. Jika hanya 40%, mungkin Anda terlalu optimistis terhadap kapasitas tim.

Cara Menyusun OKR dari Perusahaan ke Tim dan Individu

OKR paling efektif bukan hanya dari atas ke bawah—tapi juga dari bawah ke atas. Begini caranya:

  1. OKR perusahaan (misalnya: "Tumbuhkan pendapatan total jadi 5 juta USD")
  2. OKR tim (misalnya: "Marketing: Tingkatkan konversi lead 30%")
  3. OKR individu (misalnya: "Penjualan: Tutup 15 deal enterprise baru")

Prosesnya:

  • Mulai dengan refleksi kuartalan: Mengapa kita ada di sini? Apa misi kita?
  • Kumpulkan ide tim: Apa yang ingin kita perbaiki atau inovasi?
  • Umumkan OKR perusahaan untuk arahan.
  • Lakukan fase penyusunan selama seminggu dengan kolaborasi lintas tim.
  • Simpan OKR di sistem bersama (Google Sheets, 7Geese, Weekdone).

"Ini bukan pemborosan waktu—ini justru penghemat waktu. Mencegah 17 proyek yang tidak perlu dan kebingungan soal prioritas."

Cara Mengukur OKR di Tim Jarak Jauh dan Konteks Pandemi

Bahkan di tim yang tersebar, OKR tetap efektif. Metode pengukuran meliputi:

  • Kemajuan numerik (misalnya: "dari 50% ke 70% selesai")
  • Persentase (misalnya: "80% pengguna menyelesaikan onboarding")
  • Biner (selesai/tidak selesai)
  • Satuan (misalnya: "100 pengguna baru terdaftar")

Alat seperti 7Geese memungkinkan tim melacak kemajuan secara real time, bahkan lintas zona waktu. Kuncinya adalah konsistensi—bukan sempurna.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Saat Menulis OKR

  • OKR terlalu panjang atau terdengar kaku → Gunakan bahasa gaul tim, humor, atau lelucon internal agar terasa dekat.
  • Mengubah OKR jadi daftar tugas harian → OKR bukan to-do list. Jika itu hal yang dilakukan setiap hari, bukan OKR.
  • Terlalu sedikit atau terlalu banyak hasil kunci → Tetap pada 2–5. Kurang dari 2 kurang dalam; lebih dari 5 terlalu berat.
  • Menggunakan bahasa samar → Hindari kata seperti "perbaiki", "naikkan", atau "lebih baik". Ganti dengan "naik dari X ke Y" atau "turunkan Z%".
  • Bingung antara OKR dan KPI → OKR soal inovasi. KPI soal kinerja.

Cara Memulai: Suggestion OKR Pertama untuk Startup Awal

Jika baru memulai, fokus pada:

  • Pengembangan produk: "Luncurkan MVP dengan product-market fit akhir kuartal."
  • Budaya tim: "Bangun tim yang aman secara psikologis, di mana 90% anggota merasa nyaman bersuara."
  • Fokus pelanggan: "Capai kepuasan pelanggan 80% (NPS) dalam 90 hari."

"OKR pertama harus tentang apa yang perlu Anda bangun sekarang—bukan apa yang ingin Anda skala nanti."

Bisakah OKR dan KPI Berjalan Berdampingan?

Ya—tapi hanya jika saling mendukung.

  • Jangan buat tujuan yang saling bertentangan: "Naikkan penjualan (KPI) sambil mengurangi interaksi pelanggan (OKR)."
  • Gunakan OKR untuk menyelesaikan masalah yang muncul dari KPI: Jika tingkat churn (KPI) tinggi, gunakan OKR untuk memperbaikinya.
  • Jaga KPI sebagai pengecekan kesehatan harian. Gunakan OKR sebagai mesin inovasi.

"Mereka harus jadi sekutu, bukan lawan. Jika saling menarik ke arah berbeda, berarti sistem Anda bermasalah."

Poin-Poin Kunci

  • OKR bukan daftar tugas—mereka tujuan ambisius dan terukur yang menyelaraskan tim.
  • Gunakan formula 'Saya akan sebagai ukuran dengan' untuk setiap OKR.
  • Targetkan pencapaian 60–70%: artinya Anda menantang diri, bukan bermain aman.
  • OKR dan KPI punya fungsi berbeda—gunakan keduanya, tapi jaga keselarasan.
  • Susun OKR dari perusahaan ke tim ke individu agar semua tahu perannya.
  • Mulai sederhana: fokus pada produk, budaya, atau dampak pelanggan di kuartal pertama.

Tonton sesinya

Tag

  • OKRs
  • startup growth
  • remote work
  • goal setting
  • team alignment