Membangun Otonomi Tim dan Validasi Produk saat Startup Skala Cepat
23 Juli 2020
Ditulis dari #StartupLokal Meetup v.104 — WFH WEBINAR - Indigo x #StartupLokal: My Closed Chapter at Unicorn Startup

Pertumbuhan hipercepat Traveloka selama lima tahun dari metasearch penerbangan menjadi superapp gaya hidup menunjukkan bahwa otonomi tim dan validasi produk berpusat pada pengguna lebih penting daripada belanja pemasaran berbayar. Mantan manajer produk di sana berpendapat bahwa founder harus meniru budayanya dalam merekrut pemecah masalah dan menyeimbangkan penemuan lewat website dengan keterlibatan app.
Muhammad Ilman Akbar, mantan manajer produk dan kepala SEO di Traveloka, menghabiskan lima tahun di dalam mesin skala tersebut. Ia berbagi apa yang dipelajari karyawan lapangan ketika sebuah startup tumbuh lebih cepat daripada manajemen menengahnya dapat beradaptasi.
Bagaimana Traveloka Bertransformasi dari Metasearch menjadi Superapp Gaya Hidup?
Traveloka dimulai pada 2012 sebagai mesin metasearch tiket pesawat. Ia mengambil harga dari situs lain tetapi mengarahkan pembeli ke situs tersebut untuk membeli.
Pada 2013, umpan balik pengguna mendorong perusahaan menjadi agen travel online. Mereka membangun kemitraan maskapai dan menggalang pendanaan Seri A untuk mulai skala.
Linimasa ekspansi menunjukkan cakupan produk yang ditambahkan setiap tahun:
- 2014: meluncurkan hotel dan memulai ekspansi Asia Tenggara.
- 2015: masuk Thailand dan Malaysia, lalu Vietnam dan Filipina.
- 2016: menambah tiket kereta api dan memulai layanan gaya hidup.
- 2017: fase pertumbuhan hipercepat, membuka unit baru seperti pengalaman dan pulsa top-up.
- 2018: meluncurkan pay-later dan voucher makanan.
- 2019: ekspansi ke Australia dan menambah asuransi.
- 2020: COVID-19 menekan permintaan travel.
Ilman bergabung pada Oktober 2014 sebagai koordinator SEO. Ia menyaksikan pergeseran dari alat pencari kecil menjadi superapp yang menangani banyak kebutuhan harian.
Pelajaran bagi founder adalah bahwa skala bukan sekadar menambah fitur. Setiap unit baru membutuhkan tim baru dan penyelarasan yang lebih jelas.
Mengapa Pindah dari SEO ke Manajemen Produk di Dalam Startup yang Sedang Skala?
Ilman mulai memegang proyek SEO dan pemasaran online. Ia membangun fondasi teknis dan berkoordinasi dengan produk dan engineering.
Pada 2017 ia merasa terjebak karena website diabaikan setelah app menjadi fokus utama. Ia melihat rekan tim social media hanya melapor ke CMO dan berjalan baik.
"I offered the CMO, 'Can I handle that team, because SEO and social media are similar, both are organic marketing not paid.'"
Ia menjadi pemimpin sementara untuk social media dan memegang blog, SEO, dan saluran social. Kemudian, pada 2018, ia menghadapi krisis quarter-life karena ingin pembelajaran baru.
Mobilitas internal memungkinkannya wawancara ke tim platform sebagai manajer produk. Misinya jelas:
"Make Travel Web Great Again, like Trump's joke: Make Travel Webgrade Again."
Ia meluncurkan Traveloka Light, versi app ramping, karena web telah tersisih sejak 2015. Langkah ini menunjukkan founder harus membiarkan karyawan penasaran rotasi ke tempat yang ada celah produk.
Kapan sebuah startup harus menggunakan website daripada app?
Ilman berpendapat app cocok untuk produk dengan keterlibatan tinggi yang dipakai harian dengan notifikasi mulus. Website untuk penemuan karena URL-nya mudah disalin dan dibagikan.
"First acquaintance, don't ask for commitment to install a big app, get to know each other first, then give bigger commitment."
Jika layanan tidak sering dipakai, pengguna dengan ponsel memori terbatas akan uninstall app. Bangun halaman web alih-alih app berat.
Langkah menentukan saluran:
- Petakan seberapa sering pengguna menyentuh produk.
- Jika harian dan interaktif, bangun app.
- Jika sesekali atau bisa dibagikan, bangun website.
- Gunakan website untuk mengarahkan pengguna install app hanya setelah mereka suka nilainya.
Ini mencegah hambatan masuk tinggi memakan kuota dan memori ponsel.
Mengapa Menyeimbangkan Pemasaran Organik dan Berbayar untuk Kelangsungan?
Traveloka berinvestasi di saluran organik: SEO, blog, social media. Ilman mencatat banyak perusahaan mendorong iklan berbayar untuk pertumbuhan dan mengabaikan organik.
Ketika COVID menurunkan pendapatan, anggaran pemasaran berbayar dipotong dan perusahaan tersebut tak punya cadangan. Ia berkata:
"If you invest in building organic, you can survive."
Ia kini konsultasi startup untuk menekan biaya pemasaran karena saluran berbayar makin mahal. Keseimbangan itu seperti keseimbangan dunia dalam Avatar.
Founder harus memperlakukan organik sebagai aset yang compounding. Berbayar adalah keran yang ditutup saat uang habis.
Kriteria berpoin untuk keseimbangan:
- Alokasikan upaya stabil untuk SEO dan media milik sendiri.
- Gunakan berbayar hanya untuk mempercepat permintaan terbukti.
- Ukur biaya per akuisisi di keduanya.
- Pertahankan tim organik even saat downturn.
Cara Membangun Otonomi Tim yang Mempertahankan Karyawan Bertahun-tahun?
Ilman bertahan lima setengah tahun karena orang, budaya, dan lingkungan. Traveloka memberi otonomi, merekrut terbaik, dan bayar tarif pasar tertinggi.
"Not where to where you go, but with whom you travel with."
Tim solid bisa mengoreksi diri saat jalur berubah. Manajer menetapkan tujuan dan batasan, lalu percaya tim.
TED talk oleh Dan Brown yang ia rujuk mencantumkan tiga pemotivasi:
- Otonomi – miliki pekerjaan.
- Penguasaan – kesempatan belajar dan meningkat.
- Tujuan – alasan pribadi untuk hadir.
Traveloka memberi otonomi dan penguasaan. Tujuan bersifat individu, seperti keluarga.
Tugas manajer adalah selaraskan tujuan dan batas, lalu mundur:
"You must go there. Agree, ready commander. But the boundary is set: within one quarter, with this budget, talk to these people."
Setelah itu, tim menentukan caranya. Ini menghindari mikromanajemen dan membangun kebanggaan pada hasil.
Kriteria Rekrutmen Apa yang Membedakan Pemecah Masalah dari Lainnya?
Tidak semua orang berkembang di bawah otonomi. Beberapa yang diberi kebebasan jadi bingung harus apa.
Traveloka merekrut pemecah masalah yang tak akan mandek. Kriteria untuk gali saat wawancara:
- Apakah kandidat melihat kerja sebagai serangkaian masalah untuk dipecahkan?
- Dapatkah mereka usulkan jalur saat hanya diberi batas?
- Apakah mereka tunjukkan kepemilikan tugas ambigu di masa lalu?
- Akanakah mereka tanya mengapa alih-alih menunggu perintah?
Ilman mengakui salah rekrut menelan korban: anggota tim tak bisa kejar dan mengundurkan diri. Ia bilang lain kali perbaiki pertanyaan.
Founder harus anggap wawancara sebagai mencari orang yang cocok dengan otonomi, bukan sekadar skill.
Cara Validasi Produk dengan Pengguna Sebelum Coding?
Startup sering bangun dulu lalu harap pengguna adopsi. Ilman ajarkan urutan terbalik.
Langkah untuk problem-solution fit:
- Nyatakan hipotesis bahwa pengguna punya masalah.
- Bicara dengan pengguna target nyata, bukan tebak.
- Tunjukkan prototipe atau gambar ke ibu rumah tangga, teman, atau istri.
- Tanya apakah produk terasa mudah dan berguna.
- Baru code setelah pola berulang.
Ia menjelaskan fitur nyata: menampilkan tanggal penerbangan termurah di kalender berasal dari riset pengguna, lalu alur UX, lalu UI, lalu engineering.
Metode validasi terbagi dua:
- Kualitatif: wawancara beberapa pengguna, berhenti saat pola berulang di 3 jawaban.
- Kuantitatif: survei, heatmap, tingkat error dengan sampel besar.
Riset dua kuartal gagal tanpa hasil mengajarnya memilih satu tujuan, buktikan, lalu belajar.
Cara Berbagi Pengetahuan tanpa Mikromanajemen Karyawan Baru?
Di Traveloka, dokumentasi ada di wiki publik seperti Confluence. Proyek apa pun terbuka untuk dibaca.
Karyawan baru akan dapat daftar stakeholder A, B, C, D dan disuruh hubungi sendiri. Ilman berkata:
"I just tell A B C D, please get to know them yourself and learn directly from them."
Di perusahaannya yang baru, Glin, mereka pakai OKR intens sehingga siapa pun bisa lihat apa yang tim lain kerjakan dan tawarkan bantuan.
Prinsipnya otonomi bahkan saat onboarding. Spoon-feeding membuang waktu rekrutan dan mentor.
Founder harus bangun budaya dokumen sejak awal. Ini skala saat jumlah tim double setiap tahun.
Poin Penting
- Rekrut pemecah masalah yang bertindak di bawah otonomi; wawancarai kepemilikan tugas ambigu.
- Gunakan website untuk penemuan dan app untuk keterlibatan harian; jangan paksa install app sejak awal.
- Investasi di pemasaran organik agar penurunan pendapatan tak bunuh jangkauan.
- Validasi produk dengan wawancara pengguna dan prototipe sebelum tulis code.
- Tetapkan tujuan dan batasan tim, lalu biarkan mereka koreksi diri dan berbagi pengetahuan terbuka.