#StartupLokal

Cara Mengubah TAM, SAM, dan SOM Menjadi Valuasi Startup yang Siap untuk Investor

10 Februari 2021

Ditulis dari #StartupLokal Meetup v.110 — WFH SPECIAL WEBINAR - Indigo x #StartupLokal Workshop: Meyakinkan Investor Menggunakan TAM, SAM, dan SOM

Cara Mengubah TAM, SAM, dan SOM Menjadi Valuasi Startup yang Siap untuk Investor

Sebuah startup mati hanya karena dua alasan: founder menyerah atau uangnya habis. Natalie Ardianto, CEO dan co-founder Lifepak, berpendapat bahwa memahami ukuran pasar melalui TAM, SAM, dan SOM adalah pertahanan pertama terhadap penyebab kedua. Latihan ini mengubah ide kabur menjadi angka yang bisa ditimbang investor.

Mengapa investor lebih peduli pada ukuran pasar daripada solusi Anda

Sebagian besar founder menghabiskan energi untuk masalah dan produk. Namun, investor melihat bagian rencana yang memprediksi apakah uang mereka akan tumbuh.

Bagian apa dari rencana bisnis yang sering diabaikan founder

Dalam polling langsung, para founder mengakui mereka paling lemah dalam analisis kompetitor, ukuran pasar, strategi go-to-market, proyeksi finansial, anggaran operasional, dan strategi exit. Natalie mencatat bahwa bahkan founder teknologi harus mempelajari hal-hal ini.

"Meskipun saya orang teknologi, saya harus belajar finansial dan anggaran operasional mau tidak mau."

Komponen rencana bisnis yang ia sebutkan adalah masalah, solusi, diferensiasi, kompetitor, ukuran pasar, go-to-market, proyeksi finansial, anggaran operasional, permintaan pendanaan, strategi exit, dan tim. Melewatkan yang berbasis angka adalah kebutaan founder yang paling umum.

Apa yang sebenarnya dilihat investor

Ketika founder yang sama menebak prioritas investor, mereka menyebut kompetitor, ukuran pasar, go-to-market, proyeksi finansial, anggaran operasional, strategi, dan tim. Itu sesuai dengan tempat keputusan uang investor dibuat.

"Kita harus peduli pada apa yang dipedulikan investor, karena dari situlah mereka menghasilkan uang."

Slide yang hanya menampilkan teknologi Anda membuang pitch. Natalie membatasi teknologi satu halaman dan menggunakan sisanya untuk potensi pelanggan dan pendapatan.

Cara menentukan TAM, SAM, dan SOM dengan contoh toko kopi

Natalie menggunakan contoh toko kopi segar online karena data publik melimpah dan audiens bisa riset langsung. Metode ini berlaku untuk produk apa pun.

Langkah 1: Temukan total addressable market (TAM)

TAM adalah seluruh pasar potensial untuk produk atau layanan, biasanya diukur secara global tetapi dipersempit ke negara untuk investor lokal. Untuk kopi Indonesia, satu sumber memberikan 4,8 triliun rupiah per tahun; Statista mencatat 7,4 miliar dolar untuk 2020.

"Jika Anda minta saya memilih antara 4,8 triliun rupiah atau 7 miliar dolar, saya pilih 7 miliar supaya investor senang."

Ia memilih angka besar yang kredibel karena menunjukkan potensi lebih menarik. TAM menjadi 7 miliar dolar untuk kopi Indonesia.

Langkah 2: Persempit ke serviceable available market (SAM)

SAM adalah segmen TAM yang bisa Anda jangkau berdasarkan tipe produk dan geografi. Untuk toko online berbasis di Jakarta, lokasi, harga, demografi, dan pengguna smartphone menentukan irisan tersebut.

Natalie mengambil data populasi dari Badan Pusat Statistik (BPS). Ia mengambil penduduk Jakarta usia 15–64, sekitar 10,5 juta orang, lalu menerapkan filter 72 persen untuk mencapai 7,56 juta pengguna potensial.

"Saya suka data BPS seperti ilmu meramal yang tahu masa depan, tapi 2020 ada corona sehingga populasi terganggu."

Dengan demikian, SAM adalah populasi dewasa Jakarta pengonsumsi kopi, pengguna internet, yang bersedia membayar harga Anda.

Langkah 3: Estimasi serviceable obtainable market (SOM)

SOM adalah bagian yang benar-benar bisa Anda ambil dalam satu tahun tertentu. Lima persen dari pasar yang sudah ada pun sulit; untuk pendatang baru, ambil satu persen di tahun kedua agresif tapi masuk akal.

Ia mengonversi SAM Jakarta menjadi potensi rupiah 441 miliar. Mengambil satu persen di tahun kedua menghasilkan target 4,4 miliar rupiah; tiga persen di tahun kelima menghasilkan 13 miliar rupiah.

"Satu hingga lima persen pasar itu sulit. Kecuali Anda seperti Shopee atau Tokopedia."

Angka SOM menjadi target pendapatan Anda, bukan tebakan melainkan irisan turunan.

Cara mengubah ukuran pasar menjadi proyeksi pendapatan

Dengan SOM ditetapkan, Anda menyusun lembar proyeksi lima tahun meski tahun kelima terasa tak terbayangkan. Proyeksi harus cukup linear untuk dibela.

Gunakan pendekatan bottom-up dan top-down

Top-down mulai dari angka besar: 5 persen dari 31 juta pengguna terjangkau di tahun kelima, lalu dibagi. Bottom-up mulai dari ekonomi unit: 5.000 transaksi per bulan pada bulan ke-12, dengan rata-rata 22.500 rupiah per cangkir.

"Top-down untuk mereka yang sudah punya pasar, seperti industri toko kopi yang berebut pangsa. Bottom-up dari unit."

Untuk pergerakan offline ke online, pengiriman memperluas radius dari 3–5 km ke seluruh Jakarta, mengubah basis top-down.

Tetapkan persentase penetrasi yang realistis

Target satu persen di tahun kedua adalah manusiawi; lima persen mengundang diskon. Investor memotong forecast 40 persen, jadi mintalah lebih dari yang Anda butuhkan.

"Angka satu persen lebih manusiawi daripada lima persen. Investor diskon 40 persen dari forecast, jadi minta lebih, jangan pas persis."

Pendapatan tahun kedua 4,4 miliar rupiah menjadi jangkar untuk valuasi.

Cara menurunkan valuasi dari pendapatan berganda (revenue multiple)

Startup tahap awal jarang menunjukkan profit, sehingga nilai dikaitkan dengan pendapatan, bukan EBITDA. Multiple diambil dari komparabel publik.

Mengapa menggunakan revenue bukan EBITDA untuk startup tahap awal

Multiple EBITDA rusak ketika perusahaan negatif. Negatif dikali multiple tetap negatif, sementara pendapatan ada sejak hari pertama.

"Mengapa pakai revenue bukan EBITDA? Revenue adalah uang yang diterima. Unicorn seperti Traveloka, Tiket masih minus, kalau dikali EBITDA makin minus."

Starbucks diperdagangkan pada 4,4 kali pendapatan 12 bulan terakhir; Amazon 3,7 kali. Ia mengadopsi multiple Starbucks untuk toko kopi.

Terapkan multiple pada pendapatan tahun kedua

Pendapatan tahun kedua adalah 4,4 miliar rupiah. Kalikan 4,4 untuk mendapatkan valuasi pre-money 19,36 miliar rupiah.

"Starbucks dinilai 4,4 kali pendapatan 12 bulan terakhirnya. Toko kopi online tahun kedua: revenue 4,4 miliar, multiple 4,4, valuasi 19,6 miliar."

Karena startup bukan pemain pertama, ia menerapkan diskon 40 persen, sehingga multiple probabel sekitar 2,2–2,6.

Cara menyusun cap table dan memutuskan besaran dana yang diambil

Kotak raise memiliki dua input: berapa yang Anda minta dan persen apa yang Anda beri. Jumlah harus menutupi burn hingga raise berikutnya.

Cocokkan besaran raise dengan burn rate dan runway

Bisnis lokal yang burn 1 miliar rupiah setahun tidak bisa minta 150 juta dan bertahan. Satu contoh minta $500.000 untuk 5 persen, menyiratkan pre-money $10 juta pada revenue $1,1 juta—tidak logis.

"500.000 untuk lima persen berarti valuasi pre-money 10 juta dolar, sementara revenue tahun pertama 1,1 juta, itu tidak logis."

Ia menyarankan raise minimal $600.000 untuk menutupi celah, dengan buffer untuk diskon investor.

Hindari meminta terlalu sedikit atau melepas terlalu banyak

Minta $75.000 untuk 5 persen menutupi dua bulan burn 270.000 per bulan, lalu tutup. Melepas 40 persen untuk $800.000 hanya menghasilkan exit multiple 1,6x selama lima tahun—seperti deposito bank.

"Jika Anda rilis 40 persen, itu karena bisnis jelek. Jika grup bisa lebih besar, mungkin Anda rilis porsi lebih kecil."

Keseimbangan antara valuasi lebih tinggi dan profitabilitas nyata; investor hanya danai jika Anda tunjukkan jalur profit. Tiket.com milik Natalie sendiri raise $700.000 dengan buffer runway 17 bulan sebelum pendapatan.

Cara menggunakan dana raise tanpa membunuh perusahaan

Burn hanya dibenarkan di tahap pertumbuhan untuk menemukan model. Sebelum itu, simpan.

Burn untuk menemukan model bisnis, lalu skalakan

Belanjakan agresif setelah ekonomi unit seperti LTV menunjukkan pengulangan. Untuk kopi, pelanggan bertransaksi 12 kali setahun pada 22.000 rupiah memberi LTV hampir 300.000, membenarkan pemasaran depan.

"Tujuan dana adalah menemukan model bisnis. Setelah ditemukan, mulai Series A untuk tumbuh."

Jika ragu, deposit uangnya; belanja salah membunuh firma.

Pendapatan berulang vs tidak berulang mengubah belanja

Pengguna berulang membiarkan Anda bayar lebih untuk akuisisi karena transaksi masa depan diketahui. Tidak berulang memaksa re-akuisisi terus-menerus dan melelahkan pemasaran.

"LTV berulang besar, Anda bisa belanjakan pemasaran lebih agresif karena tahu transaksi masa depan."

Trial SaaS yang menempel bertahun-tahun adalah contoh; pembeli cup sekali pakai bukan.

Cara mengukur ceruk tanpa data yang ada

Ketika pasar tak punya data pembayaran, sampel dan ekstrapolasi. Startup belajar bahasa isyarat bisa survei 100 pembeli kopi soal minat, lalu proyeksikan.

"Cara termudah adalah sampling. Desain area, ke sana, tanya 100 orang, dapat angka komitmen, ekstrapolasi probabilitas."

Untuk acara di Jogja, hitung postingan sosial, tetapkan harga tiket, hitung potensi rupiah. Pembuatan bottom-up mengisi kekosongan bila industri baru.

Poin Utama

  • TAM, SAM, SOM memaksa founder dari ide ke target rupiah atau dolar yang bisa dibela yang dipercaya investor.
  • Gunakan angka pasar kredibel terbesar dan revenue multiple sebanding untuk menetapkan valuasi, bukan EBITDA.
  • Raise cukup untuk bertahan dari diskon investor 40 persen dan capai milestone berikutnya; raise terlalu kecil membunuh firma.
  • Burn hanya untuk menemukan model bisnis berulang, lalu skalakan dengan pemasaran yang dibenarkan oleh LTV panjang.
  • Sampel dan bottom-up membangun ukuran pasar bila tak ada data pembayaran, seperti kategori baru.

Tonton sesinya

Tag

  • market sizing
  • TAM SAM SOM
  • startup valuation
  • financial projection
  • investor pitch