Bagaimana Founder Mengubah Aplikasi Gagal Menjadi Aset Startup Global
21 April 2016
Ditulis dari #StartupLokal Meetup v.64 — Kartini in Indonesia Digital Industry

Founder sebaiknya memandang produk yang gagal sebagai pengalaman yang terakumulasi, bukan usaha yang sia-sia. Shinta Dhanuwardoyo, Founder dan CEO Bubu.com, berargumen bahwa pola pikir ini memungkinkan entrepreneur untuk pivot dengan cepat dan membangun jaringan yang lebih penting daripada modal.
Bagaimana Produk yang Gagal Bisa Menjadi Aset Founder?
Dhanuwardoyo menghabiskan dua dekade membangun situs web, aplikasi berbasis SMS, aplikasi kencan, dan sebuah acara reality show sebelum mencapai posisinya saat ini. Banyak dari proyek tersebut tidak bertahan. Ia mencantumkannya secara terbuka sebagai bagian dari sejarahnya.
These are all my failures just like lots of them actually but I believe failures for me it's your experience as your asset.
Logikanya sederhana. Seorang entrepreneur yang meluncurkan produk belajar apa yang ditolak pengguna, berapa biaya infrastruktur, dan kemitraan apa yang kurang. Pengetahuan itu tetap ada meski produk ditutup.
Being an entrepreneur we have to fail and we go back right away we have to like get up and create a new things right away.
Langkah demi langkah, siklus pemulihan yang ia deskripsikan berikut ini:
- Rilis produk atau kampanye, meski kecil.
- Amati titik di mana ia berhenti mendapat traksi.
- Anggap asumsi yang meleset sebagai pelajaran, bukan kekurangan pribadi.
- Mulai bangun yang berikutnya segera dengan menerapkan pelajaran tersebut.
Ia menekankan bahwa menangis terlalu lama atau merasa bersalah menunda langkah berikutnya. Hidup ini singkat, dan asetnya adalah pengalaman, bukan kode yang ditinggalkan.
Mengapa Networking Mengalahkan Pendanaan bagi Startup Awal?
Setelah 20 tahun, Dhanuwardoyo mengatakan ia mengenal hampir semua orang di industri teknologi Indonesia dan telah bertemu pemimpin global seperti Mark Zuckerberg, Sheryl Sandberg, dan Steve Wozniak.
Networking is the most important thing in being an entrepreneur not not money money is secondary.
Logikanya memisahkan koneksi dari uang. Uang membantu mengeksekusi rencana, tetapi networking menyediakan rencana itu sendiri.
If you can't network means you can have creativity in thinking how to build your company how to grow your company to the next level.
Seorang founder yang bertemu operator lain belajar saluran mana yang berhasil di pasar berbeda, hire mana yang harus dihindari, dan bagaimana sebuah pivot terlihat dari dalam tim lain. Kreativitas itu tidak bisa dibeli dari bank. Ia menambahkan bahwa Sandberg telah mendukungnya secara langsung lebih dari empat kali, mengubah kontak menjadi hubungan mentor yang berulang.
Bukti Apa yang Menunjukkan Perempuan Memimpin Perusahaan Teknologi dengan Baik?
Dhanuwardoyo menunjuk pada data demografi dan kinerja sebelum memberikan teladan. Perempuan melakukan mayoritas belanja online, yang berarti pertumbuhan ecommerce bergantung pada perilaku mereka.
Women are the one who are shopping and that when women are shopping means ecommerce are going to do well.
Ia lalu menyebut CEO global seperti Sheryl Sandberg, Marissa Mayer, dan CEO Oracle sebagai model. Argumennya bahwa teknologi bukan hanya untuk pria; perempuan beroperasi di level yang sama.
Kriteria yang ia gunakan untuk menunjukkan kepemimpinan perempuan bekerja:
- Founder perempuan bertindak sebagai hustler di dalam komunitas yang didominasi pria.
- Perusahaan yang dipimpin perempuan melihat profitabilitas naik lima belas persen dalam studi satu lembaga riset.
- Posisi teknologi perempuan tumbuh dua ratus tiga puluh delapan persen lebih cepat daripada peran pria.
Satu startup fashion hijab Indonesia yang dipimpin perempuan melakukan bootstrap hingga awal 2015, lalu bergabung dengan 500 Startups dan Skystar Capital. Founder tersebut melayani pelanggan Muslim di sekitar 30 negara dan mencapai pendapatan 30 miliar sambil tampil di London Fashion Week. Contoh ini membuktikan tim lokal bisa mencapai panggung global tanpa menunggu izin.
Bagaimana Founder Sebaiknya Membangun Tim yang Dipercaya Investor?
Sebagai angel investor, Dhanuwardoyo mengatakan filter pertama bukanlah demo produk. Melainkan orangnya.
Me as an investor we always look at the team so we look at the founder and we look at the team before we decide to invest on anything.
Logikanya adalah tim yang solid bisa mengubah produk yang lemah. Tim yang lemah tidak bisa menyelamatkan produk yang kuat.
If it's solid you can create anything I'm maybe in the beginning I may like your product but when you have a great team and along the way if I think it should be changed it needs to pivot then you can change right away.
Ia memberikan mentor sebagai pengganda kekuatan. Studi Stanford yang ia kutip menunjukkan perusahaan yang dibimbing berhasil lima kali lebih sering. Langkah membangun tim tersebut:
- Rekrut founder yang melengkapi kekurangan skill Anda.
- Kelilingi mereka dengan orang yang mendukung dan menginspirasi.
- Dekati operator senior untuk mentorship tanpa takut.
- Gunakan umpan balik mentor untuk pivot sebelum dana habis.
Program Apa yang Menjembatani Startup Indonesia ke Silicon Valley?
Dhanuwardoyo menjalankan beberapa inisiatif yang mengubah founder lokal menjadi pemain global. Masing-masing memecahkan celah berbeda.
Bubu Awards dan konferensi ID bite
Bubu Awards dimulai pada 2001 sebagai penghargaan web dan kini mencakup aplikasi mobile, startup, dan pemimpin individu. Juri berasal dari Facebook, Google, Twitter, dan nama-nama penting Indonesia. Acara ini berlangsung setiap dua tahun.
Pada 2011 ia menambahkan ID bite, konferensi teknologi yang mendatangkan pembicara dari Facebook, Disney, Google, dan Twitter ke Indonesia. Pemenang startup menerima boot camp Silicon Valley selama 11 minggu.
Silicon Valley Asia Technology Alliance
Nonprofit ini membawa sekelompok kecil founder ke AS selama satu minggu. Tahun lalu sembilan orang bergabung; mereka mengunjungi Facebook, Google, Apple, dan firma ventura seperti Khosla. Tujuannya membuka jaringannya agar mereka bertemu orang yang sama seperti yang ia temui.
Jaringan angel investor dan CC network
Ia mengumpulkan 14 teman, termasuk Tony Fernandez dan Erick Thohir, menjadi grup angel beranggotakan 15 orang. Startup mengirimkan proposal, pitch, dan menerima masukan meski tidak didanai. Satu angkatan melihat tiga perusahaan didanai.
Di AS ia ikut mendirikan CC network, sebuah shark tank digital yang mempertemukan VC global dengan startup teknologi. Tim ini memenangkan penghargaan jurnal bisnis Los Angeles, membuktikan pendekatan global berhasil.
Bagaimana Mengambil Mindset Founder Global sejak Hari Pertama?
Dhanuwardoyo bersikeras tim kecil harus bertindak besar segera. Ketika agensinya memiliki 20 orang, ia mengirim email ke prospek mengklaim agensi digital terbesar di Indonesia.
I always think I'm big is chosen how I even email people you know at that time my company maybe only 20 people but I will write email to people like hi I'm Shinta the CEO and founder of Bubu.com and my company is the biggest digital agency Indonesia.
Psikologinya adalah rekan berinteraksi dengan pemimpin yang dipersepsikan. Eksekusi harus mengikuti klaim tersebut.
If you have an idea you have to start executing yeah you just you just don't have ideas and dream every day because if you're just dreaming and having ideas but you're not executing that's what it's called hobby.
Ia menirukan video konferensi Sandberg:
Done is better than perfect.
Dan kalimat Guy Kawasaki:
Don't worry be crappy.
Pelajaran gabungannya: rilis versi kasar, bersihkan nanti, dan jangan batasi pasar hanya ke Indonesia. Pasar pemain teknologi adalah global, jadi pitch, tim, dan impian harus disesuaikan ukurannya.
Poin-Poin Utama
- Anggap setiap aplikasi atau kampanye gagal sebagai pengalaman yang menjadi aset founder.
- Lakukan networking sebelum butuh uang; koneksi menghasilkan strategi yang hanya dieksekusi oleh modal.
- Bangun tim yang solid dan dibimbing dulu; investor mendanai orang yang bisa pivot, bukan spesifikasi produk tetap.
- Gunakan penghargaan, boot camp, dan grup angel untuk menyambungkan startup lokal ke jaringan global.
- Bertindak seperti perusahaan global besar sejak hari pertama dan eksekusi secara kasar daripada memoles impian.