Cara Platform Fintech Bangun Kepercayaan pada Pelanggan Tak Berbank di Indonesia
15 November 2016
Ditulis dari #StartupLokal Meetup v.71 — The Rise of Fintech in Indonesia
Platform fintech di Indonesia kini menjadi kunci inklusi keuangan bagi 64% penduduk yang belum memiliki rekening bank. Dengan fokus pada kepercayaan, kesederhanaan, dan kemitraan, startup seperti Pinjam.co.id berhasil menjangkau konsumen yang terpinggirkan dari sistem perbankan tradisional.
Bagaimana startup fintech bangun kepercayaan pada pelanggan tak berbank?
Tantangan utama adalah membangun kepercayaan. Saat pengguna menyetor uang atau barang jaminan ke startup, mereka harus yakin perusahaan akan memenuhi kewajibannya. Teguh B Ariwibowo, pendiri Pinjam.co.id, mengungkapkan bahwa di awal, perusahaan fokus pada transparansi. Semua detail perusahaan—nama resmi, alamat, nomor pusat layanan, dan nomor pendaftaran—ditempatkan secara terbuka di situs web. Ini memudahkan pengguna memverifikasi keabsahan bisnis.
"Kami buat semua hal transparan karena kalau orang bisa akses informasi, mereka bisa bangun kepercayaan."
Perusahaan juga membangun kehadiran fisik melalui toko kecil dan layanan pengambilan barang. Meski awalnya layanan pengambilan belum bisa digunakan, keberadaannya saja sudah menjadi simbol profesionalisme. Selain itu, Pinjam.co.id menjalin kemitraan dengan perusahaan asuransi untuk menanggung nilai barang yang dijaminkan, sehingga risiko bagi pengguna berkurang.
Peran teknologi dalam membangun kepercayaan
Teknologi bukan sekadar soal produk—tapi aksesibilitas. Pinjam.co.id menggunakan situs web ringan yang cepat dibuka, dibangun dengan alat open-source. Desainnya dioptimalkan untuk koneksi internet lambat, yang sangat penting di daerah pedesaan.
"Kami ingin melayani orang di daerah terpencil. Kecepatan internet di sana 96 dari 100. Kami bangun untuk itu."
Platform ini menggunakan kode QR untuk pembayaran dan terintegrasi langsung dengan aplikasi perbankan mobile. Pengguna tidak perlu unduh aplikasi baru—cukup gunakan aplikasi bank yang sudah mereka miliki. Ini mengurangi hambatan dan membangun kepercayaan karena menggunakan sistem yang sudah dikenal.
Bagaimana fintech atasi hambatan regulasi?
Regulasi menjadi penghalang besar. Di Indonesia, OJK menjadi otoritas pengawas fintech. Pinjam.co.id bekerja sama dengan OJK untuk mendorong regulasi baru, seperti Peraturan OJK Nomor 77/POJK.04/2015 tentang Pembiayaan Berbasis Jaminan. Mereka mengusulkan aturan yang lebih jelas agar industri bisa tumbuh secara sehat.
"Kami tidak hanya menunggu. Kami dorong regulasi baru untuk dukung pasar."
Pendekatan proaktif ini membantu legitimitas industri. Dengan melibatkan regulator sejak dini, startup bisa membentuk aturan yang mendukung inovasi sekaligus melindungi konsumen.
Mengapa kemitraan penting untuk pertumbuhan fintech?
Tidak ada startup fintech yang bisa tumbuh sendirian. Pinjam.co.id menjalin kemitraan dengan toko pegadaian fisik, toko emas, dan penyedia pembayaran mobile. Mitra-mitra ini membawa kepercayaan dan jangkauan yang luas. Misalnya, pemilik toko emas mungkin awalnya tidak tahu soal pinjaman online, tapi setelah melihat platform ini bisa tambah pendapatan, mereka bergabung.
"Kami tidak menggantikan bisnis mereka. Kami tambah pendapatan."
Sama halnya dengan Pay by QR, yang dipimpin Brata Rafly. Platform ini terhubung langsung ke bank dan dompet digital tanpa bersaing dengan bank. Dengan begitu, mereka bisa menjangkau jutaan pengguna tanpa harus membangun infrastruktur perbankan sendiri.
Langkah selanjutnya untuk fintech di Indonesia?
Fase berikutnya adalah beralih dari pinjaman berjaminan ke pinjaman tanpa jaminan. Pinjam.co.id sedang mengembangkan produk yang tidak membutuhkan barang jaminan, ditujukan untuk pengguna tanpa riwayat kredit. Ini membutuhkan model risiko baru dan analisis data yang lebih mendalam.
"Kami tidak hanya bikin produk. Kami bangun sistem untuk melayani yang tak berbank."
Perpindahan ini akan membutuhkan kolaborasi lebih erat dengan bank, asuransi, dan regulator. Tujuannya bukan menggantikan keuangan tradisional, tapi memperluas akses ke mereka yang selama ini terabaikan.
Poin Kunci
- Transparansi detail perusahaan membantu bangun kepercayaan pada pengguna tak berbank.
- Teknologi ringan dan cepat lebih efektif daripada aplikasi kompleks di daerah dengan konektivitas rendah.
- Kemitraan dengan bisnis fisik dan bank memperluas jangkauan dan otoritas.
- Keterlibatan aktif dengan regulator membantu bentuk aturan yang mendukung inovasi.
- Masa depan ada di pinjaman tanpa jaminan, tapi butuh model risiko baru dan kerja sama yang lebih kuat.