Bagaimana Beralih dari Menggandakan Bisnis ke Pertumbuhan Scalable Sepuluh Kali Lipat
22 Februari 2024
Ditulis dari #StartupLokal Meetup v.117 — Startup Innovation: Transitioning from Insight to Ideas

Founder yang berusaha menggandakan bisnisnya hanya berhasil melipatgandakan beban kerjanya sendiri. Andi Boediman, Rektor di Universitas Metaguna, berpendapat bahwa scale startup yang sesungguhnya berasal dari menargetkan pertumbuhan sepuluh kali lipat, fokus pada satu ventura, dan merancang ulang revenue model di sekitar recurring.
Mengapa menggandakan bisnis membuat kerja Anda linear
Insting untuk tumbuh dengan menggandakan pendapatan atau aset memicu hubungan linear antara usaha dan hasil. Jika Anda mendapatkan sejumlah uang per tahun dan ingin mendapat dua kali lipat, Anda biasanya bekerja lebih panjang atau membuka lebih banyak cabang.
Mindset Anda seharusnya tidak pernah memikirkan menggandakan bisnis.
Pembicara menunjukkan bahwa pendekatan ini menjerat founder dalam batas kapasitas pribadi. Anda hanya bisa berada di satu tempat pada satu waktu, dan menambah lokasi justru melipatgandakan beban pengawasan而不是 membebaskan Anda.
Jika Anda melakukan dengan cara itu, pola kerja Anda akan linear.
Pola linear berarti setiap penambahan revenue membutuhkan penambahan kerja yang proporsional. Itu bisa diterima untuk usaha kecil, tapi bertentangan dengan definisi startup yang scalable.
Apa yang terjadi bila Anda menargetkan penggandaan
Penggandaan biasanya terlihat seperti ini: seseorang dengan gaji bulanan mengejar kenaikan 20 atau 30 persen, atau pemilik toko membuka outlet kedua. Uang ekstra itu nyata, tapi founder kini terbelah di dua front.
Kerja tidak berkompon. Setiap unit revenue baru diperoleh dengan unit usaha manual baru, sehingga bisnis tidak bisa melompat satu tingkat tanpa founder yang hancur.
Perangkap privilege dari banyak peluang
Setiap orang di meetup founder sudah memiliki privilege: mobil, jaringan, waktu luang untuk hadir. Privilege yang sama mengekspos mereka pada banjir peluang kecil.
Ada terlalu banyak peluang. Masalah terbesar adalah ketika peluang datang: warung bakso, investasi saham, Bitcoin.
Bahayanya bukan kekurangan opsi melainkan overload peluang. Setiap side project mengonsumsi fokus yang dibutuhkan ventura yang scalable.
Bagaimana mengadopsi mindset pertumbuhan 10x
Alternatifnya adalah menetapkan ambisi minimal sepuluh kali dari basis saat ini, bukan dua kali. Ini memaksa solusi kelas lain.
Minimal yang harus Anda pikirkan adalah sepuluh kali lipat.
Jika net worth Anda adalah angka tertentu, tanyakan bagaimana membuatnya sepuluh kali lipat, bukan menambah aset serupa kedua. Jika gaji Anda fix, jangan pindah kerja untuk kenaikan marginal; tanyakan bagaimana mencapai pendapatan bulanan satu tingkat lebih besar melalui leverage.
Menetapkan target sepuluh kali dari net worth atau gaji saat ini
Tuliskan pendapatan pribadi tahunan atau nilai aset saat ini. Lalu tolak merencanakan ventura apa pun yang tidak bisa mencapai sepuluh kali angka itu dalam periode tertentu.
Ini mengeliminasi trade kecil dari pertimbangan. Warung pinggir jalan yang menghasilkan sedikit uang tambahan tidak akan pernah menyentuh pengali, sehingga tersingkir oleh target itu sendiri.
Mengatakan tidak pada peluang di bawah sepuluh kali
Disiplinnya mostly pengurangan. Founder harus menolak sebagian besar hal yang tampak layak.
Sembilan puluh persen dari yang harus Anda lakukan adalah mengatakan tidak; Anda hanya boleh mengerjakan hal yang akan menjadi sepuluh kali lebih besar.
Ketika peluang baru muncul, satu-satunya pertanyaan kualifikasi adalah kelipatannya. Jika bukan sepuluh kali, itu distraksi dari taruhan scalable utama.
Apakah peluang ini sepuluh kali lipat? Apakah itu layak Anda kerjakan atau tidak?
Jika jawabannya tidak, founder tidak boleh menghabiskan waktu, uang, atau kapasitas tim untuk itu.
Mengapa fokus pada satu ventura daripada banyak side project
Menjalankan banyak perusahaan kecil menyebar founder tipis dan mencegah kedalaman yang dibutuhkan untuk scale. Pembicara belajar ini dari sejarahnya sendiri.
Biaya dari overload peluang
Pada 2014 ia memiliki perusahaan percetakan, firma desain, dan unit kecil lain. Ia kelelahan di rumah, mengelola banyak arah sekaligus.
Saya punya percetakan, firma desain, ini dan itu, tapi di rumah saya sangat lelah.
Total revenue sederhana, tapi biaya koordinasi besar. Setiap entitas butuh perhatian yang seharusnya bisa dialokasikan ke satu inti yang tumbuh.
Contoh dari pembersihan portofolio pembicara sendiri
Ia berjanji pada diri sendiri untuk mencapai 3 juta dolar dalam lima tahun dengan mengeliminasi sisanya. Ia menutup, menjual murah, atau membuang side company.
Saya berjanji pada diri sendiri: pada 2014 saya akan menjadi 3 juta dolar dalam 5 tahun. Tutup, buang, jual dengan harga rendah, saya tidak peduli, saya buang semua.
Dalam waktu singkat setelah fokus pada satu hal, mindset skill sepuluh kali berlaku. Pelajarannya adalah fokus bukan sekadar efisiensi; itu prasyarat bagi pengali.
Bagaimana menghitung revenue dengan matriks pelanggan sederhana
Target revenue menjadi terkelola bila dipecah menjadi jumlah pelanggan dan harga per pelanggan. Pembicara menggunakan target 1 juta dolar sebagai contoh.
Bagaimana Anda menghitungnya? Mudah. Revenue 1 juta dolar berasal dari mana? Dari sejumlah kecil pelanggan yang bayar harga tinggi, atau jumlah lebih besar yang bayar harga lebih rendah.
Daftarnya meluas ke bawah: lebih banyak pelanggan dengan harga lebih rendah, atau lebih sedikit dengan harga lebih tinggi. Founder memilih sel matriks mana yang ditempati.
Memecah target revenue menjadi jumlah pelanggan dan titik harga
Ambil jumlah target. Bagi dengan asumsi jumlah pelanggan untuk mendapatkan titik harga yang dibutuhkan.
- 10 pelanggan mengisyaratkan ticket tinggi per pelanggan.
- 100 pelanggan mengisyaratkan ticket lebih rendah.
- 1.000 pelanggan mengisyaratkan ticket sangat rendah.
Setiap jalur secara matematis sama total revenuenya tapi sangat berbeda dalam operasi. Founder harus memilih jalur yang cocok dengan kapasitas scalable.
Memilih antara high-volume low-price dan low-volume high-price
Model agensi atau layanan yang melayani semua cenderung berada di ujung low-price high-volume. Itu valid tapi membatasi founder pada waktu pengiriman.
Berpindah ke model bernilai lebih tinggi berarti lebih sedikit pelanggan yang bayar lebih untuk hasil premium. Target 1 juta dolar sama maka butuh lebih sedikit headcount dan lebih sedikit firefighting harian.
Berpivot dari volume ke nilai lebih tinggi tanpa mengubah skill
Seorang founder bisa naik matriks tanpa belajar trade baru. Skill mentransfer; hanya segmen pelanggan yang berubah.
Naik matriks ke deal lebih besar
Jika saat ini Anda menjual item kecil ke banyak pelanggan, pertimbangkan menjual solusi lebih besar ke lebih sedikit pelanggan. Pembicara mencatat ia mungkin pindah dari transaksi kecil kali banyak pelanggan ke lebih sedikit pelanggan kali jumlah jauh lebih besar.
Ini tidak otomatis lebih baik, tapi mindset harus dibentuk. Founder harus bertanya sel mana yang memberi jangkauan sepuluh kali tanpa kerja proporsional.
Contoh bisnis orang tua: retail ke distribusi
Orang tua pembicara, di usia 70, ingin membuka toko suvenir di Malang. Pembicara bertanya apakah bisnis itu bisa bernilai 1 juta, 10 juta, atau 100 juta.
Jika 1 juta, untuk apa repot? Kami malas untuk itu. Jika 100 juta, oke.
Tapi ia bersikeras ukurannya harus dihitung di awal. Toko retail yang tumbuh pelan dari bawah tidak akan pernah mencapai angka atas. Berpivot ke model distributor bukan retail menggunakan pengetahuan industri sama tapi mengubah matriks revenue ke atas.
Membaca top line, cost, dan burn rate
Sebuah business model harus dievaluasi dari struktur finansialnya sebelum diluncurkan. Contoh publik menunjukkan bagaimana bagian-bagian itu berkaitan.
Menggunakan laporan kuartalan publik untuk melihat matematika
Platform ride-hailing melaporkan top line kuartalan 3 triliun, dengan kerugian 2 triliun. Pembicara meminta audiens menghitung cost.
Top line adalah 3 triliun dalam satu kuartal, minus 2 triliun, jadi cost adalah 5 triliun.
Jika Anda memimpin bisnis yang burn 2 triliun dengan total cost 5 triliun, menyelesaikan celah itu melelahkan. Founder harus merancang model di mana cost dan burn secara struktural lebih kecil dari potensi top line.
Mengapa cost sama dengan top line plus burn
Dalam contoh, top line adalah pendapatan positif, loss adalah hasil negatif, sehingga total cost adalah jumlah keduanya. Ini cek sederhana yang bisa dilakukan founder pada rencananya sendiri.
Jika proyeksi top line Anda sederhana dan struktur cost besar, burn akan memakan perusahaan. Model harus dibalik sebelum scaling.
Penjualan satu kali versus model recurring revenue
Bentuk penjualan menentukan bagaimana revenue compounding dari waktu ke waktu. Transaksi tunggal terbatas; kontrak recurring mengalikan.
Menjual peralatan sekali vs leasing bulanan
Misal Anda menjual alat dengan lump sum. Itu satu pembayaran per pelanggan. Jika sebagai gantinya Anda lease alat sama untuk biaya bulanan selama beberapa tahun, total yang diambil per pelanggan tumbuh.
Model bisnis kedua: jika Anda jual sekali, versus jika Anda sewa per bulan untuk beberapa tahun, itu model recurring.
Pembicara membandingkan menjual pakan hewan (pembelian berulang) versus menjual perangkat sekali pakai. Pakan berulang; perangkat berakhir. Recurrence secara struktural lebih kuat.
Efek perkalian lifetime value
Matriks inti hanya memiliki dua metrik. Founder harus tahu keduanya untuk setiap model yang dipertimbangkan.
Matriks terpenting hanya dua hal: apa cost untuk mendapatkan satu pelanggan, dan apa lifetime value yang akan Anda dapat dari pelanggan itu.
Semakin besar pengali antara lifetime value dan acquisition cost, semakin baik model. Tanpa matriks ini, founder bekerja sampai kelelahan dan tetap melihat revenue kecil.
Mengapa ide hanya bermakna bila dipetakan ke masalah
Banyak founder mulai dari keinginan pribadi, seperti membuka restoran. Itu titik awal yang salah.
Mulai dari masalah bukan dari keinginan
Pembicara memperingatkan terhadap memulai dengan apa yang ingin Anda bangun. Mahasiswa mungkin ingin membuka restoran, tapi harus bertanya rantai makanan mana yang memiliki model scalable terbesar.
Opsi termasuk menjalankan restoran, memberikan layanan setup, menjual peralatan dapur, leasing peralatan, atau memasok bahan. Semua valid; satu mungkin jauh lebih besar.
Ide Anda tidak berarti apa-apa, karena ide tidak cukup. Anda harus tahu dari ide itu di mana masalahnya.
Ide hanya mendapat nilai ketika melekat pada masalah nyata yang dihadapi pelanggan. Lalu business model bisa dipilih untuk mencocokkan skala masalah.
Dua metrik yang menentukan kualitas business model
Kembali ke tes acquisition cost dan lifetime value. Founder harus memilih model dengan pengali tertinggi di antara opsi valid.
Ini cara Anda memutuskan antara membuka restoran dan memasok restoran. Masalah menentukan pelanggan; metrik menentukan ventura.
Poin-Poin Utama
- Tinggalkan penggandaan sebagai target; target sepuluh kali memaksa pola kerja scalable dan non-linear.
- Fokus pada satu ventura dan tolak peluang yang tidak bisa mencapai kelipatan sepuluh kali.
- Pecah target revenue apa pun menjadi jumlah pelanggan kali harga, lalu pilih sel bernilai tinggi dari matriks.
- Selalu hitung top line, cost, dan burn sebelum berkomitmen pada model; cost sama dengan top line plus loss.
- Utamakan recurring revenue daripada penjualan sekali kali, dan nilai setiap model dari customer acquisition cost versus lifetime value.
- Ide tidak berharga hingga dipetakan ke masalah spesifik dan business model yang mengalikan.