Lompat ke konten

Deep Tech Unicorn: Kecepatan dari Kedalaman Riset

3 November 20261 menit baca
Bagikan
Deep Tech Unicorn: Kecepatan dari Kedalaman Riset

Di Eropa, startup deep tech membutuhkan rata-rata 5 tahun 7 bulan untuk mencapai status unicorn, valuasi di atas US$1 miliar. Startup teknologi konvensional butuh lebih lama: 7 tahun 11 bulan. Temuan ini disampaikan oleh Dirjen Risbang Fauzan Adziman dalam forum Danantara Technology Innovation & Investment Forum (DTIIF) 2026, berdasarkan data PitchBook yang dirujuk McKinsey.

Keunggulan deep tech terletak pada penguasaan teknologi inti yang sulit ditiru dan fleksibilitas penerapan di sektor strategis seperti energi, pangan, dan kesehatan. Ini menciptakan jarak kompetitif yang berkelanjutan.

Namun di Indonesia, kontribusi sektor industri terhadap belanja riset nasional hanya mencapai 16,7% pada 2022. Angka ini jauh di bawah negara-negara inovatif lainnya.

Untuk menciptakan unicorn lebih cepat, ekosistem harus bergerak dari pengguna menjadi penemu. Kolaborasi erat antara industri, perguruan tinggi, dan lembaga riset menjadi kunci.

Key takeaway: status unicorn dalam deep tech bukan hasil dari kecepatan semata, tapi dari kedalaman riset dan kerja sama ekosistem. Fokus bulan ini: perkuat kemitraan riset dengan perguruan tinggi dan lembaga ilmiah untuk mengubah inovasi ilmiah menjadi perusahaan bernilai tinggi.

Sumber: KalderaNews, 30 Oktober 2026

Anda mungkin juga suka ini

Meetup berikutnya

#StartupLokal Meetup v.122: Startup Resilience

26 November 2026 pukul 17.00

Lihat detailnya